Magnesium hidroksida(Mg(OH)₂) adalah andalan di dunia penghambat api anorganik. Efektivitasnya bukan karena satu trik sulap, melainkan kombinasi sinergis yang canggih dari tiga mekanisme berbeda yang menciptakan penghalang api yang kuat. Mg(OH)₂ adalah ahli pertahanan, yang bekerja baik secara fisik maupun kimia.
Mekanisme 1: Pendinginan – Dekomposisi Endotermik
Ini adalah mekanisme utama dan paling krusial. Ketika suhu sekitar naik hingga sekitar 340°C,magnesium hidroksidamulai terurai, terurai menjadi magnesium oksida (MgO) dan uap air (H₂O). Reaksi kimia ini sangat endotermik, artinya ia menyerap sejumlah besar panas dari lingkungan sekitarnya—sekitar 1,3 kJ per gram.
Dalam matriks polimer (seperti plastik atau karet), efek pendinginan yang kuat ini bertindak sebagai penyerap panas. Efek ini menurunkan suhu material secara drastis, menunda degradasi termalnya, dan memperlambat produksi gas mudah terbakar yang memicu api. Pada dasarnya, efek ini menghilangkan energi termal yang dibutuhkan api untuk merambat.
Mekanisme 2: Perisai Gas – Pengenceran dan Isolasi
Sebagaimagnesium hidroksidaterurai, ia melepaskan sejumlah besar uap air. Gas yang tidak mudah terbakar ini memiliki dua fungsi:
Pengenceran: Mengencerkan konsentrasi gas volatil yang mudah terbakar dan oksigen yang ada di dekat permukaan material yang terbakar. Karena api membutuhkan rasio bahan bakar terhadap oksigen yang spesifik, pengenceran ini mengganggu proses pembakaran secara mendasar.
Penghalang Inert: Uap yang dilepaskan juga dapat membentuk atmosfer inert sementara di atas material, yang selanjutnya mengisolasinya dari udara sekitar (oksigen).
Mekanisme 3: Lapisan Pelindung – Pembentukan Arang Keramik
Produk akhir dekomposisi adalah magnesium oksida (MgO), material tahan api yang dikenal karena stabilitas termalnya yang tinggi. Residu padat dan halus ini membentuk lapisan arang yang koheren seperti keramik pada permukaan material. Lapisan ini bertindak sebagai penghalang fisik yang kuat dengan tiga fungsi utama:

Ini melindungi material dasar yang masih murni dari panas radiasi.
Ini menghambat difusi oksigen ke zona pirolisis.
Ini menghalangi keluarnya gas yang mudah terbakar lebih lanjut dari polimer.
Lebih jauh lagi, arang pelindung ini membantu mencegah fenomena "meleleh-menetes" yang berbahaya pada plastik, yang dapat menyebarkan api ke area baru.
Keuntungan dan Aplikasi
Dibandingkan dengan penghambat api berbasis halogen, magnesium hidroksidaDisukai karena bebas halogen, sehingga mencegah produksi asap beracun dan korosif saat terjadi kebakaran. Produk ini juga tidak beracun dan ramah lingkungan. Hal ini menjadikannya ideal untuk aplikasi insulasi kawat dan kabel, bahan bangunan, komponen transportasi, dan plastik yang digunakan dalam elektronik, yang mengutamakan keselamatan dan dampak lingkungan.
